Operasi perbaikan cacat bawaan bibir sumbing sukses dilaksanakan secara berkala bagi anak-anak kurang mampu di Rumah Sakit Prima Inti Medika. Kelainan bawaan bibir sumbing tidak hanya memengaruhi penampilan fisik anak, tetapi juga mengganggu proses menyusui, menelan makanan, dan kemampuan berbicara. Tim dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi bekerja sama untuk mengembalikan bentuk anatomis bibir serta langit-langit mulut anak secara sempurna. Program bakti sosial kesehatan ini bertujuan memberikan masa depan dan senyum baru yang percaya diri bagi anak-anak penderita.
Prosedur pembedahan rekonstruksi dilakukan dalam kondisi anestesi umum dengan menerapkan teknik bedah plastik presisi tinggi untuk meminimalkan bekas luka keloid. Dokter bedah menyatukan kembali jaringan otot bibir dan kulit yang terpisah agar fungsi penutupan bibir dapat bekerja secara normal kembali. Setelah operasi rekonstruksi bibir selesai, anak-anak mendapatkan pendampingan terapi wicara dari terapis ahli untuk melatih artikulasi pengucapan kata yang jelas. Pendekatan medis yang menyeluruh ini memastikan anak tidak hanya sembuh secara fisik tetapi juga optimal dalam berkomunikasi.
Melalui keberlanjutan operasi perbaikan ini, Prima Inti Medika berhasil mengembalikan keceriaan dan rasa percaya diri ratusan anak di wilayah pelayanan medis mereka. Orang tua pasien merasa sangat bersyukur karena anak-anak mereka kini dapat tumbuh dan bersosialisasi di sekolah tanpa merasa minder atau terisolasi. Penanganan medis yang diberikan secara gratis ini sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu yang membutuhkan tindakan bedah mahal. Rumah sakit berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program operasi sosial ini secara rutin setiap tahunnya.
Sinergi antara pihak rumah sakit, yayasan donatur, dan tim dokter sukarelawan menjadi kunci utama kesuksesan pelaksanaan kegiatan kemanusiaan ini. Evaluasi kondisi pasca operasi dilakukan secara berkala di poliklinik rawat jalan untuk memastikan proses penyembuhan jaringan bibir berlangsung tanpa komplikasi. Pemantauan gizi anak juga diberikan oleh ahli gizi rumah sakit agar berat badan anak dapat meningkat pesat pasca penutupan celah bibir. Pelayanan medis yang penuh kasih dan empati ini memberikan dampak positif jangka panjang bagi kehidupan anak-anak.
Ke depannya, Prima Inti Medika berencana memperluas jangkauan pemetaan penderita bibir sumbing hingga ke daerah pelosok yang sulit terjangkau fasilitas medis. Pembinaan kepada para kader kesehatan desa terus dilakukan agar mereka aktif melaporkan temuan kasus bayi baru lahir dengan cacat bawaan bibir. Keberlanjutan dari operasi perbaikan bibir sumbing ini menjadi bukti nyata kepedulian dunia medis terhadap kesejahteraan dan kesehatan masa depan generasi muda. Rumah sakit terus menebarkan kebaikan melalui aksi nyata pelayanan bedah rekonstruksi.