Benda Asing Masuk Tubuh: Cara Dokter Mengambilnya Tanpa Operasi Besar

Insiden tertelannya atau tersangkutnya benda asing, terutama pada anak-anak, merupakan kasus darurat yang umum terjadi di unit gawat darurat. Mulai dari koin, baterai kecil, hingga serpihan makanan yang tersangkut di tenggorokan. Dulu, penanganan kasus seperti ini seringkali memerlukan pembedahan invasif. Namun, berkat kemajuan teknologi medis, kini para dokter dapat melakukan pengambilan benda asing tanpa operasi besar menggunakan teknik minimal invasif. Prosedur ini tidak hanya mengurangi risiko, waktu pemulihan, dan biaya, tetapi juga menjadi metode penanganan benda asing darurat yang lebih aman. Kunci keberhasilan terletak pada penggunaan alat-alat khusus yang memungkinkan ekstraksi minimal invasif dari dalam tubuh. Di Rumah Sakit Anak Bunda, selama periode 1 Januari hingga 30 Juni 2025, tercatat 85% kasus tertelan benda berhasil ditangani menggunakan teknik endoskopi.

Pengambilan benda tanpa operasi umumnya memanfaatkan instrumen yang disebut endoskop. Endoskop adalah tabung fleksibel tipis yang dilengkapi dengan kamera kecil dan sumber cahaya di ujungnya. Kamera ini memungkinkan dokter melihat bagian dalam tubuh secara real-time melalui monitor, sehingga mereka dapat menavigasi alat dengan presisi. Endoskop dapat dimasukkan melalui rongga alami tubuh, seperti mulut (untuk mencapai kerongkongan, lambung, atau saluran napas), rektum, atau uretra, sehingga menghindari sayatan bedah.

Metode ekstraksi minimal invasif ini sangat bervariasi tergantung lokasi benda asing tersebut. Jika benda tersangkut di saluran pencernaan bagian atas atau saluran napas (seperti koin yang tersangkut di kerongkongan), dokter akan menggunakan endoskopi fleksibel atau bronkoskopi yang dilengkapi dengan berbagai alat kecil seperti forceps (penjepit), snare (jerat), atau basket (keranjang). Alat-alat ini akan diarahkan untuk mencengkeram atau menjerat benda tersebut, kemudian menariknya keluar dengan hati-hati. Contohnya, pada kasus menelan baterai lithium (yang sangat berbahaya karena risiko kebocoran kimiawi), waktu adalah faktor krusial, dan metode penanganan benda asing darurat harus dilakukan segera setelah diagnosis.

Selain endoskopi, teknik minimal invasif lain yang digunakan termasuk penggunaan magnet kuat (untuk benda asing logam tertentu), atau dalam kasus serpihan kecil di bawah kulit yang sulit dijangkau, pembedahan mikro dengan panduan ultrasound (USG). Keuntungan utama dari pengambilan benda asing tanpa operasi adalah waktu pemulihan pasien yang jauh lebih cepat, seringkali pasien dapat pulang dalam beberapa jam setelah prosedur, berbeda dengan pemulihan pasca-operasi besar yang bisa memakan waktu berhari-hari. Dokter Spesialis THT dari tim medis di Puskesmas Utama, pada 12 Desember 2025, menekankan pentingnya orang tua segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan, bukan mencoba mengeluarkan benda asing sendiri, untuk memastikan ekstraksi minimal invasif dapat dilakukan dengan aman.